dpr3

Kasus rebutan mikrofon antara anggota DPR dan anggota DPD yang hadir dalam Forum Parelemen Asia Pasifik (APPF) pada 12 Januari 2009 di Laos sangat memalukan. Seperti ditulis dalam Kompas (13/1) Abdillah Toha, Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen DPR mengambil (merebut) mikrofon yang akan digunakan oleh Mochtar Naim, salah satu delegasi DPD untuk berbicara di APPF lantaran salah satu pihak menganggap pihak lain tidak layak untuk berbicara hanya karena perbedaan status, yang satu anggota DPR dan yang lain anggota DPD.

Apa-apaan ini? Sungguh mengecewakan, masih ada politisi kita yang ‘kekanak-kanakan’, bukannya mengurus rakyat malah rebutan mikrofon di forum internasional pula. Terus terang sebagai generasi muda saya sangat sedih mendengar peristiwa tersebut. Mereka yang seharusnya dijadikan contoh oleh generasi muda malahan tidak menunjukkan perilaku yang layak untuk dicontoh, bahkan bisa dikatakan sangat memalukan. Baca entri selengkapnya »